Chat with us on WhatsApp
Selamat Datang di Website Masjid Nurul Hidayah Jl. Saninten Raya Perumnas Banyumanik Kel. Srondol Wetan , Kec. Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah 50268 - Meneguhkan Khidmah Memuliakan Umat

Masjid Nurul Hidayah

Keutamaan Menjaga Hati

0 Viewers


Keutamaan Menjaga Hati


Dua Penyebab Rusaknya Hati Menurut al-Muhasibi


Hati merupakan bagian terpenting bagi seorang manusia. Jika hati ini baik, maka seluruhnya akan baik pula. Sebaliknya, jika hati itu rusak, maka rusak juga seluruh anggota.


Sebagaimana yang Nabi sabdakan:


أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ. رواه البخاري ومسلم.

“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuhnya, dan jika segumpal daging tersebut buruk, maka buruklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati.” (HR Bukhari dan Muslim)


Maka dari itu kita mesti mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan rusaknya hati. Diantaranya ada dua sebab perusak hati yang disebutkan Imam al-Muhasibi dalam kitabnya, Risalah al-Mustarsyidîn:


وَأَصْلُ فَسَادِ الْقَلْبِ تَرْكُ الْمُحَاسَبَةِ لِلنَّفْسِ وَالْإِغْتِرَارِ بِطُوْلِ الْأَمَلِ


“Asal dari rusaknya hati yaitu meninggalkan muhâsabah diri dan tertipu dengan panjangnya ambisi.” (Risalah al-Mustarsyidin, Dar el-Salam, halaman 110)


Imam al-Muhâsiby menjelaskan dua perkara yang menyebabkan rusaknya hati. 

Pertama,

Meninggalkan muhâsabah atau mengintrospeksi diri sendiri. 


Mengintrospeksi diri sendiri sangatlah penting. Karena yang mengetahui semua kesalahan dan maksiat yang telah kita perbuat hanyalah kita dan Allah. 


Maka mulailah dengan menanyakan kepada diri kita sendiri, semisal “Wahai diriku, sesungguhnya Tuhanmu menciptakanmu di dunia ini bukanlah untuk menuruti hawa nafsumu, engkau telah dilumuri oleh banyak kemaksiatan, apakah engkau tidak malu terhadap Penciptamu yang Maha Melihat akan apa yang engkau lakukan?”


Selain seperti di atas, bisa juga menggunakan diksi lain, apa pun itu yang intinya adalah mengevaluasi diri yang berujung pada menyadari dosa-dosa dan aib diri sendiri, sehingga diri kita langsung memohon ampunan kepadaNya dan lupa terhadap aib-aib orang lain.


Kedua

Tertipu daya dengan panjangnya ambisi atau angan-angan. Mengapa kita tidak boleh panjang angan, sebab kita akan tertipu dengan dunia dan melupakan akhirat. Hal ini bukan berarti melupakan dunia seluruhnya, namun lebih kepada menghimbau kita untuk bersikap zuhud, mengambil sesuatu seperlunya saja.


Kemudian Al-Harits al-Muhasibi menganjurkan kita juga untuk meminta pertolongan kepada Allah dalam usaha menahan angan-angan yang berlebihan:


وَاسْتَعِنْ عَلَى قِصَرِ الْأَمَلِ بِدَوَامِ ذِكْرِ الْمَوْتِ


“Dan mintalah pertolongan untuk membatasi angan-angan dengan cara mendawamkan mengingat kematian.” (al-Hârits al-Muhasibi, Risalah al-Mustarsyidin, Dar el-Salam, halaman 110)


Demikian penjelasan mengenai dua sumber yang menjadi penyebab rusaknya hati. Semoga kita selalu dilindungi Allah dari dua unsur ini, sehingga kita tidak melupakan akhirat, juga tidak melupakan dunia sebagai ladang amal yang akan dipertanggungjawabkan nanti di hadapan Allah SWT. Amiin…


Ciri2 Hati yang baik adalah:

1. Memiliki rasa takut kepada Alloh SWT dan Siksaannya.

2. Memiliki rasa cinta kepada Alloh SWT.

3. Ikhlas dalam berniat.

4. Terhindar dari prasangka buruk 

5. Terhindar dari perbuatan tercela.

6. Memiliki akidah yang benar,lurus serta bebas dari segala bentuk kemusyrikan.


Cara menjaga hati agar tetap baik adalah: Memperkuat iman dan keyakinan kita kepada Alloh SWT dan Selalu bersyukur atas nikmat yang kita terima.







:

Idul Adha 1445 H

Ibu Ibu MNH

Sholat Idul Adha 1445 H

Jama'ah Wilayah RW Srondol Wetan

TarLing Idul Adha 1445 H

Remaja Pengurus Takmir dan Warga RW 17

Serah Terima Hewan Korban

Penyembelihan Hewan Korban

Tarling Idul Adha 1445 H

Remaja Pengurus Takmir dan Warga RW 17

Renovasi Masjid Nurul Hidayah

Timeline proses renovasi

Sholat Idul Fitri 1445 H

Jamaah warga RW 17 dan sekitarnya

Sertijab & Halal Bihalal

Sertijab Pengurus Periode 2024-2027

Pesantren Ramadhan MNH

Ustadz Ustadzah & Murid TPQ MNH

Tadarus Qur'an

Tarawih dan Tadarus Ramadhan 1445 H

Pemilihan Ketua Takmir

Masa Jabatan Periode 2024 - 2027

Khotmul Qur'an

TPQ MNH Bimbingan Ust Nasril Arif

Doa Arwah Jamak

Ramadhan 1445 H

Doa Arwah Jamak

Ramadhan 1446 H

Rapat Pengurus

Pengurus Takmir MNH

Dari Masa ke Masa

Kegiatan MNH

Grup Hadroh MNH

Acara Rutinan

Sholat Idul Fitri 1445 H

Warga RW 17 Srondol Wetan & Sekitarnya

Grup Hadroh

Hadroh MNH